politik caleg yang kacau

tak terasa sudah tanggal 26 april hari ini, sudah sebulan lewat aku gak pernah posting disini lagi.

pemilu 11 april lalu menurutku hanyalah sebuah formalitas politik belaka, tanpa niat perubahan nasib bangsa secara mutlak (100%). Kenapa saya katakan seperti itu? Karena pemilu yang di lakukan adalah pemilihan CALEG (Calon Legislatif).
Sebenarnya, perlu gak sih adanya pemilihan calon legislatif? menghabiskan uang negara yang begitu besar hanya untuk memilih anggota DPR, DPRD Tk.1, DPRd Tk.2, dan DPD. Saya yakin, minimal 50% rakyat indonesia tidak tahu secara detail apa itu DPR, DPRD, DPD. Dalam bayangan rakyat biasa yang bodoh secara politik seperti saya, mereka adalah wakil rakyat yang kerjanya membangun negara menjadi lebih baik (teorinya sih begitu, tapi prakteknya tak tahu deh…)
Anggota legislatif bekerja menjaga dan mengawasi kinerja pemerintah. Meski kadang gak terasa juga hasil kerjanya (menurut pandangan rakyat biasa yang gak ngerti politik).

yang ingin saya pertanyakan adalah “kenapa orang-orang berani mencalonkan diri menjadi caleg dengan segala cara, mulai dari membagikan poster, kaos, stiker, dll agar dirinya menjadi terkenal dan dipilih rakyat, dan dengan konsekuensi harus mengeluarkan modal yang jumlahnya tidak sedikit. Ada yang mengeluarkan modal hinggal ratusan juta, hutang/pinjam uang dari sana/sini, dll ?”

Apakah dengan menjadi caleg bisa balik modal? Atau bisa memperkaya materi untuk diri sendiri? Dan bagaimana dengan nasib rakyat yang diwakilinya?

Dari pemikiran seperti itu, muncul ide dan pemikiran di benak saya bahwa orang-orang yang mendaftar sebagai caleg itu juga mengejar materi untuk “balik modal”. Namun bagaimana caranya? Apakah gaji seorang caleg bisa hingga ratusan rupiah dalam 5 tahun periode kerja? tentu saja bisa, tinggal cari proyek, kongkalikong ama perusahaan pemilik usaha besar, korupsi, dll. Dengan target untuk balik modal, apakah kinerja anggota legislatif untuk melayani rakyat bisa dipertanggung jawabkan? Tanya saja pada rumput yg bergoyang.

Klo mau disalahkan, sistem lah yang perlu dipertanyakan. Kenapa kriteria pencalonan caleg seperti itu? Alasan “demokrasi” pun dijadikan kambing hitam, karena setiap orang berhak jadi caleg, walaupun kapabilitasnya diragukan.

Dari hasil quick count yang saya perhatikan di TV, partai demokrat memperoleh perolehan suara terbesar. Dan itu tentu saja tak lepas dari sosok pak presiden kita, SBY.  Pendapat saya pribadi, demokrat menang karena rakyat peduli dan kenal pada figur presiden kita saat ini. AKhirnya, meskipun rakyat gak kenal siapa caleg yang harus mereka pilih, mereka memilih partai yang diusung presiden. (dan harus tetap diingat, ini pemilihan caleg bung, bukan pemilihan partai atau pemilihan presiden. pemilihan untuk mendapatkan kursi di parlemen).  Namun kenyataan yang ada seolah-olah ada sebagian rakyat yang menjadikan ini pemilihan partai politik. mereka tidak mengenal siapa calonnya, tetapi mereka memilih partainya. (saya tidak tahu ini kebijakan siapa yang buat, tapi cerdas juga untuk menguntungkan partai yang sudah besar dan dikenal masyarakat luas)
Buat yang gak setuju ama pendapat saya, itu sah-sah saja koq.. tapi coba andaikan, seandainya SBY diusung dan didukung partai golkar, dan tidak di dukung partai demokrat, kira2, apakah perolehan suara partai demokrat bisa setinggi itu???  yah, cuma andai-andai, gak usah terlau dipikirkan lah…

Saya hanyalah seorang rakyat kecil yang hidup di indonesia. pemerintah berkata bahwa pengangguran semakin berkurang, namun kenyataannya mencari kerja tetap susah. Kemudian harga-harga kebutuhan pokok dan non-pokok (barang sekunder yang buat gaya-gayaan, spt HP, komputer,dll) juga gak pernah turun. Sementara penghasilan bertambah tidak sebanding dengan kenaikan harga-harga tersebut.Kapan sekolah bisa benar-benar gratis? (ke sekolah cuma bawa diri dan bisa dapet ilmu), dan kesehatan gratis (ke rumah sakit dilayani secara ramah dan gratis, plus dapet obat lagi). Kelihatannya itu hanya angan-angan belaka.
Di pemerintahan saat ini, pemerintah terlihat lebih mendukung orang2 bermodal besar yang mau berinvetasi besar. Bagus sih, mendorong perekonomian indonesia untuk mengurangi pengangguran. Tapi tetep aja belum terasa ampe di level rakyat kecil. Mungkin buat bos-bos pengusaha sih menguntungkan, tapi buat kita yang di bawah, gak terasa tuh efeknya.

mudah-mudahan, presiden indonesia 2009, bisa membawa indonesia ke arah lebih baik (meski dalam hati, saya tetap pesimis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: