presscot hidup lagi..

Wah, sudah sebulan aku gak nulis blog ini.. mungkin karena kesibukan dan juga kemalasanku, akhirnya sekarang baru menulis blog lagi.

Melanjutkan review tragedi matinya prescott , kejadian itu terjadi di awal desember 2008.  Saat komputer sudah rusak (bisa nyala tapi gak bisa booting), analisa dan praduga saya adalah chipset mobo rusak atau prosesor mati.
Sekedar mengingatkan ulang dari review yang lama:

warning, dont power ongambar disamping adalah rangkaian alat elektronik yang disebut komputer. Sebuah mainboard, memory, prosesor, (ditambaha vga, harddisk, dan powerSupply.

Gambar disamping, jika pin power dijumper, maka komputer bisa nyala. Tapi perhatikan baik-baik, heatsink prosesor belum dipasang. Jadi pasang dulu heatsink + thermalpaste diatas prosesor sebelum mainboard / prosesor Anda rusak terbakar suhu prosesor yang panas.

Akhirnya saya minta tolong teman saya, kak kurniawan yang kerja disana untuk tolong di check. Setalah 4 hari menunggu, keluar hasil dari NE yang mengatakan prosesor mati total dan mainboard sudah di flash ulang. Akhirnya mobo saya bawa pulang dengan rasa sedih dan berfikir untuk membeli prosesor baru atau komputer baru ya?.. hehehe

Akhirnya diputuskan untuk membeli prosesor pentium4 baru (karena pentium4 sudah tidak diproduksi lagi, maka yang saya dapatkan adalah sisa stok pentium4 yang tidak laku). Kemudian saya ke mangga2, beli Pentium4 530 (3Ghz cache 1MB dengan codename prescott). Lagi-lagi bertemu dengan prescott, betapa takdir saya harus bertemu dengan dia terus.
Sesampainya di rumah, dengan rasa tak sabar dan ingin mencoba, segera kupasang prosesor baru di mobo lama. Setelah dipasang sempurna, saat ditekan tombol power, tiba-tiba :

“lho, koq masi sama seperti dulu. Bisa nyala tapi gak bisa booting”.

Kucoba berkali-kali menyalakan, tapi tetap gagal. 2 hari kemudian (minggu ke-3 desember 2008),  saya pergi sendiri ke NE (distro Gigabyte) di pangeran jayakarta. Dengan klue yang diberi kak kurniawan, akhirnya sampai juga kesana (kluenya : sejajar dan deket ama dealer daihatsu dan dibelakang bank BCA).

Seperti biasa, menunggu antrian yang cukup lama (1jam) hingga akhirnya dites juga. Di tes disana, akhirnya tetap tidak bisa nyala juga. Akhirnya mobo (mainboard), prosesor, dan memory ditinggal disana untuk di cek lebih detailnya. Seminggu kemudian, aku telpon NE untuk menanyakan keadaan mobo aku, dan dijawab “sedang menunggu part dari taiwan”. Dan minggu depannya saat kutelpon ulang, dijawab dengan jawaban yang sama. Disaat itu aku cukup khawatir, jangan-jangan spare partnya sudah gak diproduksi lagi di taiwan.  (dalam hati: klo tahu begitu, mendingan aku beli PC baru aja sekalian.. tuh mobo dan prosesor biarin rusak aja. huhuhu..).

Namun di akhir januari 2008, saat iseng2 dengan ketidakpastian menunggu kabar, NE bilang “socket prosesor rusak dan perlu diganti. biayanya US$20”. Akhirnya aku setuju dan mainboard bisa diperbaiki. Beberapa hari kemudian, mainboard aku ambil dan dibawa pulang ke rumah.
Sekedar informasi, socket prosesor adalah tempat dudukan prosesor. Karena aku memakai pentium4 thn 2005 dan socketnya LGA 775, maka socket itu yang diganti. Kenapa socket bisa rusak? aku juga gak tahu. Yang jelas, klo lagi full load, panas dari prosesor bisa tembus hingga ke belakang mainboard. Jadi socket prosesor harus mampu menahan panas tinggi dari prosesor.

Saat di tes di rumah, tiba2 tidak mau nyala sama sekali (swt, what the hell with my PC). Sejam mencari-cari apa kira-kira penyebabnya, akhirnya ditemukan bahwa kabel 4 pin kotak (24+4) yang digunakan sebagai penambah suply arus 12V yang ke mainboard tidak aku colok. Dalam benak aku, biasanya kabel tambahan 4 pin itu tidak perlu dipakai, karena suppy listrik 24pin dari PSU (power supply) ke mainboard sudah cukup.  Aku juga bingung kenapa bisa begitu, akhirnya colok tuh kabel dan masalah selesai.

pengetesan dilakukan

Malam harinya, keisenganku muncul kembali. “Kira-kira prosesor pentium4 lama yang dulu dibilang mati total masi bisa nyala gak ya?”. Akhirnya bongkar lagi, dan pasang dengan prosesor lama. Keajaiban datang. Prosesor masi bisa nyala.. (weks.. what the paradise? prosesor uda hampir mateng 100’C gitu masi bisa hidup). Kenyataannya memang seperti itu. (wah, penyesalan muncul lagi karena uda terlanjur beli prosesor baru.. huhuhu..)

Oh ya, karena thermalpaste untuk mengolesi prosesor sudah habis, maka pengetesan prosesor pentium4 yang lama dilakukan dengan heatsink Artic Freezer7 tanpa thermalpaste. Hasilnya cukup mengejutkan :

83c

Btul. 83’C. Awalnya saya pikir setelah di servis, sensor suhu mainboard jadi rusak, karena prosesor dengan suhu seperti itu biasanya sudah hampir mati. Tapi ternyata dugaan saya salah.
Keesokan hari setelah meminta dan meminjam sedikit thermalpaste dari teman, suhu di bios kembali ke 48’C.
Wauu.. berarti suhu prescott tanpa thermalpaste mantap juga ya. very hot!

Setelah beres dan suhu sudah turun seperti normalnya, akhirnya kuputuskan memakai prosesor yang baru saja, dan prosesor lama aku pensiunkan, karena kinerja menghasilkan panasnya lebih hebat dari pada prosesor yang baru. Sekarang prosesor pentium4 lama ku hanya jadi pajangan di laci meja komputer. zzz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: