kehidupan kuliah yg semakin malas

16 desember 2008, saat ini umurku 21 thn, single, belum bekerja dan masih menjadi mahasiswa aktif Bina nusantara university. Bisa dikatakan bahwa ini adalah puncak kemalasan ku selama 7 semester berkuliah. Kesalahan utama-ku adalah memadatkan jadwal kuliah hingga 2 hari, sementara hari lainnya tidak di planing untuk hal lain seperti kerja, dll.

Jujur aja, untuk bangun tidur jam 7 pagi saja sudah semakin sulit. Alasannya simple, masih ngantuk/dingin, dan kalaupun saya bangun, memangnya mau ngapain? kan gak ada kuliah, gak ada kegiatan di pagi hari, dan gak ada kegiatan lainnya.  Saya sendiri sebenarnya sangat kecewa gak bisa bangun pagi, karena pagi hari adalah waktu yang tepat untuk memulai aktifitas.

Mata kuliah yang terberat saat ini tinggal skripsi. Skripsi IT di binus boleh berkelompok (maks 3orang/kelompok). Saya berkelompok dengan teman SMA saya. Mungkin ini juga kesalahan saya karena memiliih teman karena melihat latar belakang tempat tinggalnya saja.  Sebenarnya teman skripsi saya hebat-hebat (klo mereka mau mengerahkan 100% tenaganya), namun sayangnya kepribadian dan semangatnya kurang.
Teman skripsi1 misalnya, punya kepribadian yg plegmatis sejati. Klo gak disuru/ditanya, maka dia gak akan memberi respon / jawaban. Skripsi belum diurus hampir seminggu juga, klo gak ditanya, dia akan cuek-cuek aja.
Teman skripsi2 punya kepribadian yang agak sedikit melankolis (teratur), meskipun kenyataannya nggak teratur, agak pemalu, dan cukup malas (dan akhirnya gw ketularan malasnya). Huhuhuhu…
Dan terakhir kepribadian saya yg melankolis plegmatis, dimana cukup teratur (meski sekarang hidup saya uda mulai gak teratur karena malas), dan saya suka mengalah (kurang percaya diri). Saya berusaha terus semangat (meski kenyataannya cukup terpuruk) untuk mengerjakan semuanya walaupun keadaan kelompok saya agak kurang semangat.

Sayangnya setelah saya tertular penyakit malas ini, saya kesulitan untuk sembuh. Skripsi menjadi gak terurus (temen2 skripsi aku uda pada maju,kelompok saya tetep jalan ditempat). Waktu senggang 4hari (senin-kamis) yang luang itu serasa gak terpakai. Semua seakan sibuk dengan kehidupannya masing-masing.

Akhirnya saya menyadari bahwa saya hampir lulus dan banyak kegagalan-kegagalan yang telah saya buat. Pertama, saya gagal dalam mengefisienkan waktu hidup saya. Seolah-olah semua waktu terlewati dengan sia-sia, hanya untuk chating, browsing, dan hanya sedikit yg dipakai untuk belajar. Kedua, kegagalan dalam bercinta. Selama kuliah di Binus, meski binus terkenal dengan banyak cwe cantik dan putih, namun saya tidak bisa mendapatkanNya. Sedih juga sih, tapi saya sadari benar bahwa itu karena kepribadian saya yang plegmatis dan introvert (terlalu menutup diri dan agak minder ketemu orang lain). Padahal jika saya perhatikan, banyak temen-temen saya yang lain , meski gak secakep dan se-ramah diriku (sombong mode on) , namun karena mereka pandai bergaul, mereka bisa mendapatkan pasangan yang  cakep..  Berikutnya kegagalan dalam bidang karier. Karena selama ini aku gak pernah bekerja, jadi gak punya pengalaman bekerja deh. Finally, kegagalan dalam hidup, karena selama ini apa yang aku lakukan hanya bersifat sementara dan kecil. Aku gak punya peran bagi dunia dan alam semesta ini. (meskipun aku tahu jika ingin merubah dunia, kita harus merubahnya dari diri kita dulu). Aku gak mampu merubah diriku. Menghilangkan rasa malas aja kesulitan, menyemangati teman agar lebih baik dalam bekerja saja aku blm berhasil, hubungan dengan kuluarga aja agak cuek. Bahkan teman karib pun aku tak punya.
Bisa dibilang hidupku penuh dengan kekosongan dan kesendirian. Semua berasal dari diriku dan untuk diriku. Jika dalam film-film dikatakan bahwa, “manusia dapat berkembang jika ia berbuat demi orang lain”, hal itu masih belum terjadi di diriku.

Overall, manusia mampu berubah. Berubah untuk menjadi semakin baik atau semakin buruk. Semua itu bergantung pada diri manusia itu, dan dibantu oleh faktor lainnya, seperti lingkungan, pergaulan, pola hidup, cara pikir, dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: