nilai UTS semester6-ku

Tanggal 8 Mei 2008 kemarin, nilai uts ku keluar. hasilnya: ya…

1. Character Building III. 75. Baru kali ini CB dapat nilai 70++. Padahal CB itu kan pelajaran yang bisa ngarang2. Pertanyaan nya aja: “Menurut pendapatmu, apakah / bagaimanakah…”. Nah yang ditanya aja pendapat kita, tapi dosen aku maunya jawaban yang berlandaskan dengan teori yang ada di buku CB. Wah-wah, seperti nya pelajaran CB akan semakin sulit dan penuh dengan hafalan.

2. Entrepreneurship. 79. Ini juga salah satu mata kuliah yang cukup membosankan. Yang dipelajari teori2 dalam membuat bisnis sendiri. Ujian Open Book dan bisa mengarang-ngarang untuk lebih menjelaskan apa yang ada di buku. Eh, hasilnya gak bisa 80++. Kacau dah, open book aja 79, apalagi gak openbook. Atau dosennya yg pelit nilai ya? Sekelas rata2 70++ untuk ujian yang open book.. hiks.😦

3. Teknik Kompilasi. 56. Sedihnya mata kuliah 4 sks, yang sebenarnya gampang2 susah (krn mudah jika tahu caranya). Sekelas rata2 ancur (dibawah 60). Yang bisa diatas 60 juga rahasianya karena belajar dengan teman-teman yang diajar oleh dosen lain. Dosen aku pak Jap W.C , dan bisa dibilang gak ada gunanya dia mengajar, karena dari apa yg dia ajarkan hanya sedikit sekali yang keluar (itu juga buat yang bisa nangkep apa yg diajar olehnya). Sekelas pada gak ngerti. Awalnya aku bisa memaklumi karena dia adalah dosen sangat baru di binus (ini pengalaman pertama dia mengajar dibinus). Namun setelah aku lihat2 lagi cara mengajarnya, dia hanya membaca dari slide binusmaya yg bhs inggris. Bahas contoh soal juga jarang-jarang.

Sepertinya aku harus menyusup ke kelas lain untuk lebih mengerti mata kuliah ini. Mengerti apa yang diajarkan BERBEDA dengan mendapat nilai bagus. Mengerti adalah kita belajar dengan sungguh2 materi yang diajarkan, sedangkan mendapat nilai bagus adalah keputusan dari dosen. Perlu diketahui bahwa di binus, tidak ada standarisasi pemberian nilai oleh dosen (terlalu subjectif). Contohnya: ada teman aku yang mendapat dosen yang baik hati. Ujian asal isi, meski salah semua diberi nilai 60. Ada juga dosen baik yang sekelas diberi nilai A atau B, walaupun sebenarnya mahasiswanya itu sendiri belum tentu bisa mengerjakan soal itu dengan baik. Masalahnya adalah jika bertemu dosen yang pelit / menilai apa adanya, seperti yang saya dapatkan ini.
Saya tidak bisa mengerjakan soal ujian karena saya tidak mengerti cara menjawabnya, maka konsekuensinya nilai yang saya dapatkan rendah. Menurut saya, ini suatu hal yang wajar. Tapi di lain sisi, saya cukup iri juga pada teman-teman saya di kelas lain yang kemampuannya setara dengan saya, namun bisa mendapatkan nilai lebih baik dari saya hanya karena alasan mendapat dosen yang baik hati.
Bukannya saya tidak mau berusaha belajar, namun dosen yang mengajar saya saat ini cukup sulit dimengerti cara mengajarnya. Jika saya diberi dosen yang bagus dan mengajarkan hal-hal yang akan diujikan, tentu saja saya akan bisa mendapat nilai bagus juga. Hal ini pernah saya alami di semester lalu.
Ada yang bilang, cara mengajar dosen binus seharusnya mahasiswa disuru belajar sendiri, lalu jika mahasiswa kesulitan, baru dosen membantu. (Menurut saya ini adalah Cara Mengajar Dosen Gabut). Apa gunanya mahasiswa kuliah jika tidak diajarkan apa-apa? Klo belajar sendiri sih, gak usa kuliah juga bisa. Mungkin hal ini dilandasi pemikiran cara mengajar dosen di luar negeri yang SDM nya sudah memadai dan siap dalam melakukan itu. Ini Indonesia, orang sini gak akan mau bekerja jika gak dipaksa.
Saya yakin, sebagian besar mahasiswa binus menganggap OFC (off class) adalah libur (apalagi jika dosen tidak memberi tugas). OFC yang diterapkan dibinus dengan harapan mahasiswa bisa belajar sendiri di rumah adalah hal yang sulit dan masih perlu dikaji lebih lanjut.

4. Data Warehouse. 75. Ujian datawarehouse yang penuh dengan teori dan terasa mudah karena soalnya bocor. (ah, biasa aja kale klo dibinus soal ujian nya sering bocor). Rata-rata semua kelas mendapat nilai bagus, dan jawabannya juga sama semua (meskipun ada soal kasus yang harus nya dikerjakan dengan asumsi yang berbeda-beda), namun kenyataannya jawabannya sama semua. Wkkwkwkwk. Dosen yg meriksanya aja bingung, kok bisa sama semua ya? hehehe..
Tapi terakhir saya mendapat kabar buruk, krn dikabarkan ada dosen yg tdk senang dgn hal ini dan akan melapor ke Kajur untuk pemeriksaan kasus ini, dan nilai ujian UTS kemarin untuk mata kuliah dwh, terancam akan di anulir. (terancam sia-sia deh belajar dwh dan ngapalin kisi2 buat UTS kemaren😦 ). Menurut hati nurani saya, memang salah juga jika sampai suatu soal ujian bocor. klo uda tahu soalnya, itu bukan ujian donk. Tapi di lain sisi, jika saya mengiyakan hal itu, berarti nilai saya terancam hilang.. Wah serba salah deh. Susah jadi manusia.

5. AOK (Arsitektur dan Organisasi komputer). Menurut saya mata kuliah ini memang susah. Belajar bahasa assembler yang penuh dengan MOV, ADD, dll. Syukurlah karena apa yang diajarkan dosen aku, keluar saat ujian kemarin (bukan soalnya bocor lho, tapi model soalnya sama). Sayangnya meski uda ada gambaran soal, tapi tetep aja susah dimengerti cara mengerjakannya. Terus di PG juga banyak istilah yang hanya bisa dikerjakan jika rajin membaca buku AOK yang tebal. Kelas aku aja dari 15 soal PG, yg tertinggi hanya betul 9 nomor. Selain itu, nilai sekelas juga uda dikatrol 20, sehingga nilai sebenarnya tinggal -20.

6. Web DB. 93. Wah ini gak tahu hoki atau dosennya yg baik hati ya.. yg jelas thx for Mrs. Lucia.
7. Sistem multimedia 90. Sekelas nilainya rata2 bagus semua, and everybody in my class love it..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: