duka masa lalu

Sedikit share tentang pengalaman pribadi…
Akhir-akhir ini, dirumah, aku sangat sulit untuk tidur. Mungkin jam 3-4 pagi baru terasa mengantuk dan bangun sekitar jam 10-11 siang. Mencoba memejamkan mata, aku selalu teringat akan kesalahan2 dan kegagalan yang pernah aku buat di masa lalu (hal inilah yang membuatku tidak bisa tidur).
Senin, 11 feb 08, nilai praktikum semester 5 ku keluar, dan ada 1 yang gagal. Cukup mengganggu buatku, karena aku berharap aku lulus di matakuliah itu.

Sambil merenung dan membandingkan cara belajarku dengan teman2ku, kurasakan bahwa aku sangat tertinggal. Sewaktu SMA dulu, aku pernah merasa iri hati dengan salah satu teman baik ku (sebut saja L). Aku dan L, memiliki beberapa persamaan, seperti sama2 kurus, hobi yang mirip, tempat tinggal yang dekat, dll.. tetapi dalam segi akademis, L selalu mendapatkan nilai jauh lebih tinggi daripada ku. Akhirnya kucoba memacu diriku dengan lebih giat belajar, meminta fasilitas antar jemput pada ortu ku agar dapat belajar di perjalanan, ikut pelajaran tambahan di sekolah, dll. Sementara si L tetap seperti biasa, tidak ikut pelajaran tambahan, pulang naik trasportasi umum, dll. Tetapi pada akhirnya nilai si L tetap jauh lebih tinggi dari ku. Sifat iri hati ku pun bertambah besar. Sambil di dalam hati terus bertanya, mengapa bisa seperti itu? (kenyataannya IQ L 130-an.. sementara 1Q ku hanya 119. Tapi aku gak percaya hanya dari IQ bisa berpengaruh sebesar itu).
Ketika kuliah, dari pelajaran Character Building (CB), aku mulai sadar bahwa setiap orang  PASTI memiliki kelebihan dan kekurangannya masing2. Mungkin saja L memang jago di bidang akademis, tapi belum tentu ia jago di bidang lainnya. Akhirnya rasa iri hatiku semakin surut dan aku mulai mengerti tentang hal ini.
——————————————————————————————

Tetapi pengalaman yang sama terus berulang, sampai kuliah pun nilai L lebih baik dari ku, dan sampai sekarang pun aku masih belum menemukan, Kenapa bisa begitu?   Aku termasuk orang yang optimistik dan memiliki kemauan (meski akhir2 ini kemalasan terus melanda diriku). Dalam benak ku: “Jika dia saja bisa mendapatkan nilai seperti itu, lantas kenapa aku tidak bisa? ”  Pertanyaan ini terus mengganjal dalam pikiranku dan sering aku merenungi tentang ini, namun tetep saja aku belum mendapat jawabannya. Apakah jawabannya, karena Tuhan memberikan talenta yang berbeda kepada setiap manusia? Aku rasa ada jawaban lain selain itu.. (help.. give me a comment if u know the answer)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: