menilai penting tidaknya suatu pekerjaan

Share lagi sebuah pengalaman pribadi dari diriku. Sejak aku kecil sampai saat ini, aku terbiasa mengerjakan setiap pekerjaan yang harus kukerjakan tanpa berusaha mencari yang terpenting, dan membuang sisanya. Contohnya saja, jika disuruh membersihkan sesuatu, aku akan berusaha membersihkan semuanya, tanpa membuat asumsi: “sepertinya tempat itu sudah bersih dan tidak perlu dibersihkan lagi, dan kemudian tidak membersihkan tempat itu.” Bagi sebagian orang, mungkin menilai bahwa tindakan aku ini kurang efisien / hanya membuang-buang waktu dan tenaga, atau malah kerajinan karena gak ada kerjaan. Namun dibalik semua itu, aku memiliki pandangan yang berbeda. Mengerjakan segala sesuatu dengan mutlak dan sempurna perlu dilakukan karena aku percaya bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan baik dan benar akan membuahkan hasil yang baik juga. (meskipun faktanya tidak selalu begitu)

Akhirnya saat sekarang aku kuliah, aku melihat banyak dari teman ku yang tidak sependapat dengan prinsip ku ini. Mereka semua kebanyakan hanya melihat sesuatu yang penting dan membuang / mengorbankan yang menurut mereka tidak penting. Misalnya saja: ada mata kuliah yg hanya belajar haraf-menghafal, terasa tidak berguna, dan memiliki bobot SKS yg kecil. Kebanyakan mata kuliah ini akan diacuhkan dengan cara semisal: titip absen sepanjang semester (gak pernah hadir di kelas), ujian berharap dari kisi2, atau malah belajar seadanya aja, krn menganggap itu tidak perlu.
Tetapi menurut pandangan aku:  aku telah mengambil mata kuliah itu, dan segala konsekuensi dan resiko dari mata kuliah itu harus aku ambil (spt masuk kelas, mengerjakan PR, ujian, dll), karena itu telah menjadi bagian dari pilihan hidupku.

Kesimpulannya: Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai cara menjalani hidup. Tidak ada yang paling benar / paling salah, karena itulah keindahan dari manusia, karena menusia selalu berbeda dengan manusia lainnya.

3 Balasan ke menilai penting tidaknya suatu pekerjaan

  1. ZT mengatakan:

    Halo far, blog lu lucu2 sekali, gak tahan g pengen komentar. Pengen ngmg banyak, tapi sibuk nih, jadi gak bnyk2 de😛
    menurut gue ya far, kadang2 kita harus bikin prioritas, so ada beberapa hal yang harus dikesampingkan. gue juga kok dsini, gak dikasi terang2an kisi2 sih, tapi tetep aja, klo dengerin dosennya biasanya mereka kasi hint2 yg mana aja yg bakal keluar. Klo gak gitu, bisa setenga mati belajar, mana selesai… Dikasi tau aja uda setenga mati, gmn gak, haha. Tapi mgkn di binus beda sih, tapi siapa tau aja mereka ada urusan laen yg lebih di prioritaskan, walaupun mgkn hal2 kurang berguna seperti maen2, haha.
    karena waktu itu terbatas, kadang2 kita harus buang beberapa hal, tak mutlak dan tak sempurna seperti kata lu haha. Hasil dr suatu perkerjaan yg baik blom tentu baik buat hidup kita kan far. sometimes when you’re doing things that you think that they are useless, heits, jangan2 lu gak pernah mengerjakan hal2 aneh n sia2? haha. tapi g yakin lu juga tukang maen, g gak yakin lu belajar selalu, bukan artinya itu ngebuang juga y? haha. explain more ya, g tertarik haha.

    emang semua orang beda n g gak blg lu salah sih, emang bener kata lu tiap orang beda2. g cuma mau komentar aja, haha. g salut sih, krn lu bisa bilang klo semua orang itu beda n gak ambil one side (gmn ngmgnya ya, haha). You are special. G salut lho sm lu, dedikasi tinggi. ahaha

  2. firefar mengatakan:

    hmm.. kayanya idealisme gw terlalu tinggi.
    Memang benar “karena waktu itu terbatas, kadang2 kita harus buang beberapa hal yg kurang berguna”. Huff…Sepertinya hal ini gak akan bisa dirubah, sampai manusia bisa menemukan mesin waktu…
    Satu hal lagi, jika kita terbiasa mengesampingkan suatu hal (kita anggap itu tidak penting), maka lama-lama kita akan menganggap semua hal tidak penting. Ada pepatah mengatakan “Hal besar dimulai dari hal yang kecil-kecil terlebih dahulu”
    Jika tindakan yg kecil2 itu kita anggap tak penting, lama2 kita akan berfikir bahwa semua tidak penting…percayalah.

  3. Michael A mengatakan:

    kalo menurut gw sih, ya kita kerjakan semampu kita bisa…
    tapi tetep, mesti tetapkan prioritas….

    jadi kalo bsok ujian PPkN & Matematika & belom belajar 2-2nya, belajar Mate dulu, soalnya kalo ga ngerti ga bisa lanjut, gak kaya PPkN…

    banyak contoh laen selain di dalam dunia pendidikan…

    lebih baik 1 selesai sempurna + 1 kurang daripada 2-2nya selesai tapi cuma setengah2… (menurut gw sih begituuu)…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: